Aku bukan kekasihmu,
Tapi kau tetap menjadi kekasihku.
Hatimu tak pernah terisi olehku,
Tapi hatiku selalu penuh dengan dirimu.
Hadirmu menerangkan gelap malam,
Yang kian terang benderang.
Sampai aku bagaikan lilin yang terbakar oleh api itu sendiri.
Kaulah apinya!
Seringkali ku pasrah terhadapNya,
Namun terlalu megah cinta di hatiku.
Aku tak percaya takdir di dunia,
Segalanya semakin terlihat fana,
Semenjak kau beranjak dari kehidupanku,
Dan kini kau telah dipijak oleh kekasih barumu.
Disini aku menata dengan begitu rapih,
Dengan mudah dirimu membuatnya rapuh.
Tetap akan ku jaga perasaan ini,
Hingga aku menuju tempat pemberhentian,
Dimana aku tak lagi mencintaimu.
Namun aku sudah lebur dengan cintamu.
Komentar
Posting Komentar