Engkaulah mata dan cahaya keindahan,
dambaan hati mereka yang tersiksa!
Kecintaanku kepadamu telah menyalakan tungku di hatiku,
yang membakar diriku sepenuh-penuhnya dan engkau tak pernah
memadamkan apinya dengan air penyatuan.
Engkau tikam dadaku dengan pedang yang tajam,
namun engkau tak hirau dengan kekejaman yang engkau lakukan.
Setiap saat engkau menghadirkan penderitaan baru bagiku
dan engkau tak kunjung berbelas kasihan kepadaku.
Bahkan lebih terang dari fajar, Senyumanmu menyinari hariku. Aku tidak peduli dengan cuaca langit hari ini, Sebab suasana hatiku tergantung keadaanmu.
Komentar
Posting Komentar