Aku terbiasa menunggu senja
Menikmati renjana di tengah rindu
Sesekali menulis puisi tentangmu
Kini pun semua tetap sama
Aku dan segala kesukaanku
Abadi bersama cinta yang tak bersatu

Hanya bisa terpaku, ketika desiran kelebat bayangmu berlalu tanpa mampu aku rengkuh.
Ada rasa yang membuncah resah hati tertikam yang tak tersemai bibit asa.
Kucoba tenangkan sekeping asa yang masih tersisa,
walau sadar ku kan kecewa.

Rindu seketika laksana peluru,
Yang menghujani relung hatiku,
Ketika aku dan kau; terpisah jarak dan waktu.

Buntu.
Semua lika-liku menjelma semu.
Di sudut nestapa, harap tak lagi bersua.
Sukmaku ikut kelana jua,
Tiada sisa; hanya hati yang terluka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini